Menjemput Rahmat Allah di Tengah Kemarau Panjang: Taubat, Doa, dan Ikhtiar
إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْدُ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا. يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا. وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
Maasyiral muslimin rakhimakumullah
Khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada hadirin sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Takwa bukan sekadar rasa takut kepada Allah, melainkan kesungguhan untuk menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, serta memelihara alam yang Allah titipkan kepada kita. Dengan takwa, pintu-pintu keberkahan dari langit dan bumi akan dibukakan.
Jemaah Shalat Istisqa yang Dimuliakan Allah
Siang ini, di bawah cakrawala yang disinari terik cahaya matahari, kita tinggalkan sejenak kesibukan dunia seraya menundukkan diri kita serendah-rendahnya di hadapan Allah Swt. untuk memohon turunnya rahmat Allah. Saat ini kita semua mengalami, merasakan, dan menyaksikan bahwa Indonesia khususnya, dan beberapa belahan dunia lainnya, masih dilanda kekeringan akibat musim kemarau yang lebih panjang sebagai dampak fenomena El Nino. Musibah ini dirasakan oleh banyak kalangan masyarakat. Air bersih untuk minum menjadi langka, sawah dan ladang kekurangan pengairan, para peternak kesulitan memenuhi kebutuhan air dan pakan bagi hewan ternaknya, dan kebakaran hutan terjadi di beberapa titik bumi Nusantara.
Dalam kondisi seperti ini, Allah Swt. mengajarkan jalan keluar yang indah melalui lisan Nabi Nuh a.s. kepada kaumnya, sebagaimana diabadikan dalam Surah Nuh ayat 10 sampai 12:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ﴿١٠﴾ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ﴿١١﴾ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا ﴿١٢
Maka aku (Nuh) berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.” (Q.S. Nuh [71]: 10–12)
Ayat ini menunjukkan hubungan yang erat antara istighfar, antara kesadaran akan banyaknya kesalahan diri, akan kekeliruan diri kita dalam mengelola bumi sebagai amanat Allah, dengan turunnya rahmat Allah. Ayat itu menunjukkan bahwa ketika kita kembali kepada-Nya dengan penuh penyesalan dan kesadaran untuk memperbaiki diri, niscaya Allah akan membukakan pintu rahmat, hujan, rezeki, dan kemakmuran.
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Hujan adalah rahmat Allah yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Allah Swt. berfirman dalam Surah Asy-Syura ayat 28:
وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ
Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji. (Q.S. Asy-Syura [42]: 28)
Para ahli meteorologi dan geofisika memperkirakan bahwa musim kemarau masih akan berlangsung karena efek El Nino. Perkiraan awal para ahli, musim kemarau akan berakhir pada pertengahan Oktober setelah puncaknya pada Agustus hingga September. Namun, perkiraan terbaru dari BMKG pada awal Oktober menunjukkan bahwa awal musim hujan di mayoritas wilayah diprediksi mundur dari perkiraan semula. Penjelasan ilmiah ini patut kita hargai dan kita jadikan dasar kewaspadaan serta langkah antisipasi. Namun sebagai orang beriman, kita meyakini bahwa seluruh peristiwa alam berjalan atas izin dan kehendak Allah. Ilmu menjelaskan bagaimana sebuah peristiwa terjadi, sedangkan iman mengingatkan kepada siapa kita harus kembali. Karena itu, menjadi kewajiban kita untuk memohon, berdoa, dan berikhtiar agar hujan sebagai rahmat Allah segera turun dan menyejukkan kembali bumi Nusantara.
Hadirin Jemaah Shalat Istisqa yang Berbahagia
Setiap musibah selalu mengandung pelajaran bagi orang yang mau merenung. Kekeringan dan kerusakan lingkungan hendaknya menjadi cermin untuk memeriksa diri, sebagaimana peringatan Allah dalam Surah Ar-Rum ayat 41:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. (Allah menghendaki) agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Q.S. Ar-Rum [30]: 41)
Baginda Rasulullah Saw. juga mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap hak dan keadilan sosial dapat berakibat pada tertahannya hujan. Beliau bersabda:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا (رواه ابن ماجه)
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “…Tidaklah suatu kaum enggan menunaikan zakat harta mereka, kecuali hujan dari langit akan ditahan dari mereka. Seandainya bukan karena hewan-hewan ternak, niscaya mereka tidak akan diberi hujan.” (HR. Ibnu Majah)
Hadis ini mengajak kita memeriksa diri: sudahkah kita menunaikan zakat dan sedekah, menunaikan hak sesama, serta berlaku adil dan jujur? Bahkan hewan-hewan ternak yang tidak berdosa menjadi sebab turunnya rahmat bagi manusia. Tentu kita tidak boleh menghakimi siapa pun, tetapi kekeringan ini patut menjadi pengingat bagi kita semua untuk bertobat dan memperbaiki diri.
Jemaah Shalat Istisqa Rahimakumullah
Memohon hujan adalah sunnah Rasulullah Saw. dan telah diteladani oleh para sahabat. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik r.a., ketika negeri dilanda kemarau panjang, seorang laki-laki mengadu kepada Rasulullah Saw. saat beliau berkhotbah. Beliau pun mengangkat kedua tangan dan berdoa, “Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna,” yang artinya, “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami,” sebanyak tiga kali. Tidak lama kemudian awan berkumpul dan hujan pun turun.
Pada masa Khalifah Umar bin Khattab r.a., ketika paceklik melanda, beliau mengajak kaum Muslimin keluar untuk shalat istisqa. Beliau berdoa dengan bertawassul kepada Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi, seraya memohon agar Allah menurunkan hujan, dan Allah pun mengabulkannya (HR. Bukhari). Teladan ini mengajarkan bahwa umat Islam menghadapi kesulitan dengan kembali kepada Allah, bersatu, merendahkan hati, dan memohon pertolongan-Nya bersama-sama.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Setidaknya ada tiga hal penting yang dapat kita petik dalam menghadapi kemarau panjang ini. Pertama, bertobat dan memperbanyak istighfar. Marilah kita mohon ampun atas dosa dan kelalaian kita, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia dan alam semesta. Tinggalkan kezaliman, tunaikan zakat dan sedekah, kembalikan hak orang lain yang kita ambil, dan perbaiki hubungan yang renggang.
Kedua, berdoa dengan penuh keyakinan, kesabaran, dan prasangka baik kepada Allah. Jangan berputus asa dari rahmat-Nya. Allah mengabulkan doa hamba-Nya pada waktu yang paling baik menurut ilmu-Nya. Kita berdoa bukan karena Allah tidak mengetahui kesulitan kita, melainkan karena doa adalah bentuk kerendahan hati dan pengakuan bahwa kita sangat membutuhkan-Nya.
Ketiga, berikhtiar secara nyata. Berdoa tidak boleh membuat kita berhenti berusaha. Marilah kita menghemat air dan menggunakannya dengan bijak, mengutamakan air bersih untuk kebutuhan pokok, menjaga sumber mata air, menanam pohon dan merawat hutan, serta tidak membakar hutan dan lahan. Ikuti arahan pemerintah dan para ahli terkait pengelolaan air, antisipasi kebakaran, dan pola tanam. Bantulah tetangga, petani, dan peternak yang paling terdampak dengan berbagi air, pangan, dan bantuan lainnya. Inilah wujud kepedulian sosial dan persaudaraan yang diajarkan Islam.
Akhir kata, semoga shalat istisqa, istighfar, dan doa yang kita panjatkan hari ini diterima oleh Allah Swt., sehingga Dia menurunkan hujan yang bermanfaat, menyuburkan bumi, melegakan dahaga makhluk-Nya, dan menjauhkan kita dari bencana kekeringan serta kebakaran hutan. Semoga negeri kita menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang baik dan berada dalam ampunan Allah.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ العَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khotbah Kedua
الْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ فِيمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
Jemaah Shalat Istisqa Rahimakumullah
Marilah kita akhiri khotbah ini dengan memperbanyak istighfar dan memanjatkan doa istisqa bersama-sama. Mari kita hadirkan hati yang tunduk, mata yang basah karena penyesalan, dan harapan yang besar akan rahmat Allah. Berdoalah dengan khusyuk, dan aminkanlah doa yang dipanjatkan khatib.
(Khatib menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dan membalik posisi selendang atau sorbannya; jemaah mengaminkan.)
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ (٣×) رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ اَللّٰهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ. اَللّٰهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ. اَللّٰهُمَّ أَغِثْنَا، اَللّٰهُمَّ أَغِثْنَا، اَللّٰهُمَّ أَغِثْنَا. اَللّٰهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِيْنَ. اَللّٰهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلَادِ مِنَ اللَّأْوَاءِ وَالْجَهْدِ وَالضَّنْكِ مَا لَا نَشْكُوْ إِلَّا إِلَيْكَ. اَللّٰهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ، وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ، وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِكَ. اَللّٰهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْجَهْدَ وَالْجُوْعَ وَالْعُرْيَ، وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ. اَللّٰهُمَّ احْفَظْ غَابَاتِنَا وَأَرْضَنَا مِنَ الْحَرَائِقِ وَالْكَوَارِثِ. اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا، فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَفِتْنَةٍ، وَاجْعَلْ هَذَا البَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ المُسْلِمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Jika Anda membutuhkan sitasi pada Buku Digital ini, silahkan generate secara otomatis menjadi format APA, MLA, IEEE, Chicago, Harvard, dan Turabian.
Support kami dengan komentar positif dan ulasan yang membangun.
* Anda Wajib login Untuk Menulis Komentar/Review.